BRMP Bali Bekali Mahasiswa Magang SOP Kopi Arabika dan Padi
Denpasar, 6 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertanian melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi Benih Kopi Arabika dan Budidaya Padi Terstandar. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan BRMP Bali ini diikuti oleh mahasiswa magang dari Universitas Mataram, didampingi penyuluh pertanian serta Ketua Kelompok Magang BRMP Bali.
Bimtek diawali dengan arahan dari Ketua Kelompok Magang BRMP Bali, drh. I Nyoman Sugama, yang menegaskan pentingnya penguasaan standar operasional dalam dunia pertanian modern. Menurutnya, mahasiswa magang tidak hanya dituntut memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga mampu mengaplikasikan standar teknis yang berlaku di lapangan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
"Kegiatan magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik lapangan sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan profesional," ujarnya.
Memasuki sesi inti, Bimtek dipandu oleh drh. I Nyoman Sugama selaku moderator. Kegiatan dibagi menjadi dua agenda utama, yaitu penyampaian materi teknis oleh penyuluh pertanian BRMP Bali yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif.
Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Ahli Muda, Ni Ketut Sukraeni, S.P., mengenai budidaya padi terstandar. Materi meliputi penyiapan lahan, penerapan sistem tanam Jajar Legowo, pemupukan berimbang, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga penanganan pascapanen.
Selanjutnya, Penyuluh Pertanian Ahli Madya, I Made Sukadana, S.P., M.P., memaparkan materi mengenai SOP Produksi Benih Kopi Arabika. Pembahasan mencakup pemilihan pohon induk unggul, kriteria pemetikan buah kopi merah sempurna, teknik produksi benih, pengelolaan persemaian, hingga pemeliharaan bibit dalam polybag sebelum siap dipindahkan ke lapangan.
Suasana Bimtek semakin interaktif saat memasuki sesi diskusi. Para mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pembibitan kopi Arabika.
Menanggapi pertanyaan mengenai umur ideal bibit Kopi Arabika untuk dipindahkan ke lapangan, narasumber menjelaskan bahwa bibit siap ditanam setelah berumur sekitar 6–8 bulan, telah memiliki 5–6 pasang daun tua, serta sistem perakaran yang berkembang dengan baik.
Sementara itu, terkait alternatif perbanyakan kopi selain melalui biji, dijelaskan bahwa perbanyakan vegetatif dapat dilakukan melalui stek pucuk, penyambungan (grafting), maupun kultur jaringan (Somatic Embryogenesis/SE) yang mampu menghasilkan bibit dalam jumlah besar dengan mutu yang seragam.
Melalui kegiatan ini, BRMP Bali berharap mahasiswa magang mampu memahami sekaligus menerapkan SOP budidaya dan perbenihan sesuai standar yang berlaku. Edukasi berkelanjutan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda pertanian yang profesional, kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Kegiatan Bimbingan Teknis ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian.